INSTAGRAM

Tuesday, November 24, 2015

ANOTHER POST on TRAVEL BLOG

see more : another albums on fb page : REFRESHING

ANOTHER POST on TRAVEL BLOG

see more : another albums on fb page : REFRESHING

MENAPAKI SEJARAH di KOTA BERBUDAYA dalam EDISI JOGJA ISTIMEWA..

Hai...sobat traveller, gimana khabarnya...?
Kali ini aku mau share tentang pengalamanku di Jogja, semoga menjadi inspirasi buat liburan kamu nantinya ya?

Sebelumnya harus beli tiket jauh2 hari/bulan dulu, biar dapat tiket lebih murah/promo.

Berangkat dari Bukittinggi - Padang dengan bus.
Padang - Jakarta, delay 2 jam, karena gangguan cuaca
Jakarta - Jogja, delay 1 jam
Jogja - lokasi .
Baru nyampe..jam 9.30 malam, pake motor dan cari makan malam di RM. Duta Minang, gulai kuning sotong..hmm..nyammy..
Pulang sambil mengitari kota Jogja di waktu malam.

Disana sini nampak wisatawan berfoto di Jl. Malioboro dan banyak lagi lainnya, aku juga ikutan..he..he..dan kitapun mengitari Yogya di malam hari.

Aku ke Jogja dalam rangka MC Seserahan, Pernikahan dan Resepsi dan nginap di rumah saudara yang baik banget...sebelumnya trims banget buat keluarga di Yogyakarta. Dan karena uda sempat 7 tahun di yogya waktu kuliah S1 sambil kerja dulu, ya kita punya 5 hari setelah itu untuk puas-puasin di Yogya.


Hari 1 

1. Pagi2 ke kampus UGM, dan mesti mampir juga ke Fak MIPA dan Labor Kimia nya..he..he..



2. Makan Siang ditemani oleh Nasi + Soto Kudus.

Hari 2

1. Pagi sampai siang.
Menjadi MC Acara Seserahan, Pernikahan dan Resepsi di Gedung Joglo Panembahan Yogyakarta.
Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses serta banyak pujian..hmm..makasih.ya..? yang terpenting Selamat kepada kedua pengantin dan kedua belah pihak keluarga yang berbahagia.



2. Malam, selepas Isya.

Ke Tugu Jogja yang merupakan Lambang Kota Jogja dibangun oleh Sulthan Hamengkubuwono I, dekat dengan Jalan Malioboro dan Tugu Golong Gilig serta kantor Gubernur DIY.


Hari 3

Waktunya berwisata (lebih banyak jalan kakinya) :
Start jam 8 pagi dari rumah, karena nanti kalau sudah kesiangan akan kepanasan di Borobudur, dan itupun ternyata berangkatnya kurang pagi, mestinya jam setengah 7.

1. Candi Mendut

Sebelum menuju arah Candi Borobudur kita singgah dulu di candi Mendut yang merupakan candi Budha yang nantimya merupakan satu garis lurus dengan Candi Borobudur namun tidak terletak di tempat yang sama, masih melanjutkan perjalanan beberapa km lagi.



2. Kawasan Candi Borobudur (Candi Budha)
Tiket masuk : Rp. 30.000,- per orang
Parkir :  Rp. 10.000,- per mobil

Tips berwisata di Borobudur :
1. Siapkan fisik, sarapan dulu.
2. Harus siap jalan kaki dan berpanas-panasan.
3. Memakai topikacamata, payung dan alas kaki yang datar.
4. Jangan terlalu semangat menaiki tangga, sebaiknya setiap tingkat istirahat dulu sambil mengitari candi.

Setelah masuk, akan bertemu dengan para pemandu wisata (guide).
Kemudian naik kereta sampai ke atas menuju candi, dimana sepanjang jalan di sekeliling kita dimanjakan oleh taman yang rindang. Kami satu kereta dengan rombongan wisatawan dari Malaysia..



Areal yang luas, tempat perjalanan menuju candi dimulai. Bertemu dengan salah satu pemandu wisata dan berfoto di samping prosedur mengunjungi Candi Borobudur.


wah..panasnya..tapi seru..meski kepala nyut-nyutan tapi foto action nya nggak pernah ketinggalan..ha..ha..




Tuh lihat kan pemandangan ke bawah dari atas Candi.  Dan..sampai juga kembali ke bawah.

Sekarang lanjutkan perjalanan ke bawah dari sisi yang berbeda. Nanti kita akan diarahkan untuk membeli souvenir atau oleh-oleh dari jogja.
Dan ini mesti ditempuh dengan 3 kali masuk lorong pasar yang sudah ditata dengan rapi. jadi tidak akan ada yang jualan didalam areal Candi yang bebas dari sampah ini.
Luar biasa..kebayang aja kalau kita di Sumatera Barat, kalau sudah nampak tempat dikit langsung gelar dagangan..atau jual makanan /minuman, disini mana bisa, pasti ada petugas yang tegas dan siap mem priitt..maaf nggak bisa lewat sini pak, nggak boleh jualan disini pak dll. Bukti pemerintah dan masyarakatnya patuh pada nilai budaya dan paham dengan slogan Kota Wisata. Lihat aja tuch pengumumannya di papan dekat parkiran.


OK..kalau mau beli oleh-oleh, mesti nawar dulu, karena dari tempat kita parkir, biasanya sudah diserbu oleh penjual yang nawarin macam2, nanti aja belinya dech..kecuali kalau sudah balik dari Candi masih ada yang kelupaan, baru dech beli lagi.Soalnya sepenjang perjalanan ke luar tadi, akan ada pasar-pasar yang biasanya semakin ke bawah mereka nawarinnya lebih murah.

3. Makan Siang..Nasi + Soto Banjar, maunya panas2 gini, lebih enaknya makan soto dech.

4. Berhenti shalat di Taman Pelangi Monjali (Monumen Jogja Kembali) di siang hari, malam harinya lebih indah lagi dengan lampion yang menghiasi.



Di seberang depan Monumen Jogja Kembali yang berbentuk kerucut tertulis nama2 Pahlawan tak dikenal yang di bagian tengahnya ada sepenggal puisi Krawang - Bekasi tak boleh luput dariku, puisi yang sangat menyentuh yang sering aku baca untuk memotivasi pemuda.

5. Lanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan (Candi Hindu) sering juga disebut Candi Roro Jonggrang yang terkenal dengan cerita seorang Gadis cantik yang jangkung yang kemudian dikutuk menjadi patung. Candi ini dibuat untuk menandingi kebesaran Candi Borobudur (Candi Budha)

Tiket masuk : Rp 30.000,-/orang
Parkir mobil : Rp 10.000,-

                               
     

Prambanan yang selalu Menawan..Candi Siwa adalah candi utama yang tingginya 47 m. Berbeda dengan Borobudur yang tinggi dan melebar, Candi Prambanan lebih tinggi dan ramping, Sangat menawan dan membuatku terpesona dari jarak dekat. Situs ini juga merupakan situs Warisan Dunia yang banyak dikunjungi oleh Wisatawan Lokal dan Mancanegara. Terletak diantara dua provinsi yaitu separuh di Provinsi Jawa tengah dan separuh lagi di Proinsi DIY.


 Di areal sekitar Candi ada bangunan candi yang berserakan dan tidak bisa dibangun bentuknya lagi. Hal ini dikarenakan oleh bencana alam dan gempa bumi dahsyat yang dulu pernah terjadi.

Pada waktu-waktu tertentu di malam hari juga sering diadakan Pagelaran seni Sendratari Ramayana, yang dihiasi dengan pemandangan alam dengan lampu yang mengesankan, sayangnya kami hanya datang sore hari, karena harus melanjutkan perjalanan ke Pantai Parangtritis...


Sama seperti di Borobudur, kita akan disuruh lagi berjalan menyusuri taman . Hmm..memang kaki sudah capek, untung saja kita bisa berjalan di bawah pohon yang rindang, sesekali kami harus berhenti untuk istirahat...ha..ha..Dan di perhentian terakhir sepertinya air kelapa muda pas nich buat penghilang lelah.

6. Pantai Parangtritis 

Biaya masuk kawasan Pantai : Rp. 10.000,- 

OK..perjalanan kita lanjutkan ke pantai Parangtritis, tempat Nyai Ratu Kidul, Ratu Pantai laut Selatan. Kalau sudah menjelang sore, biasanya pengunjung tidak dibolehkan berenang terlalu jauh. Hmm..pas sekali kami bisa mendapatkan pemandangan Sunset di tepi pantai sambil makan jagung bakar...
Wuih..seru..pemandangan alam lepas dan hembusan angin pantai yang menerpa seperti menghilangkan kepenatan yang sempat kami alami...


OK..dech..sampai jam 6 kita balik lagi ke Penginapan...di Jl. Suryodiningratan...

Hari ke 4

1. Pagi pukul 9, Wisata ke Taman Sari . Istana Air yang dulunya dikelilingi danau buatan dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam dan diperuntukkan tempat mandinya Raja , putra-putri dan selir Raja. 


Tiket masuk : Rp. 5.000,-





Setelah tempat pemandian Raja, putra dan putri Raja serta selir raja ini, kita Memasuki lorong bawah tanah tempat menyimpan senjata dan harta perang.

Ada juga tempat shalatnya Raja dan tempat berdiam diri Raja dengan Tuhan-Nya di tengah-tengah ruang yang tidak beratap.


Di samping Taman Sari ini sekarang sudah banyak berdiri rumah penduduk dan salah satunya ada yang bernama Kampoeng Cyber yang free internet.

2. Keraton Yogya, Istana Raja/Sultan.

Tiket masuk : Rp. 10.000,-,
Parkir tidak bayar, hanya saja jika bawa motor, harus didorong memasuki batas, tidak boleh menghidupkan mesin.


Kraton merupakan Istana tempat tinggal Raja dan keluarganya, namun semua masyarakat dan wisatawan dapat masuk dan melihat secara langsung bagaimana budaya Jawa terus hidup serta dilestarikan, serta bukti dimana raja sangat dekat dengan rakyatnya.

Di dalam Keraton dapat kita lihat Abdi dalem yang bangga mengabdi kepada raja atau berperan di dalam Istana, sehingga tidak boleh berfoto membelakangi Abdi Dalem. Dari cerita penduduk sekitar, selain rakyat biasa banyak juga para pensiunan seperti dosen dan lainnya mengisi hari tuanya mengabdi di istana.




Banyak sekali ruangan-ruangan yang ada dalam istana, dari kehidupan dan benda peninggalan raja zaman dulu, tahta, kebudayaan dan kesenian ada di dalam istana baik pertunjukan seni dan dapat ditonton oleh wisatawan dan masyarakat maupun benda sejarah yang tersimpan dalam kotak kaca.

Taman yang asri dan luas serta dan lapangan berpasir putih menjadi alas suatu pendopo dengan lainnya.


Lambang Keraton Yogya yang selalu ada di setiap pintu atau gerbang, mempunyai makna Sifat Sejati Abdi Negara, seolah mengingatkan para Pejabatnya untuk selalu mengabdi kepada masyarakatnya. LuarBiasa...

3. Makan siang di RM. Pusako Minang dilanjutkan dengan membeli oleh2 Bakpia dan makanan lainmya.


Hari ke 5

1. Jadwalnya kita pulang, tapi karena ada kekeliruan (tiket kami hangus karena tidak teliti saat mengecek tanggal pulang, karena kita berpatokan pada hari Rabu aja, padahal si penjual tiketnya menuliskan tanggal yang salah yaitu hari Selasa).....duch... akhirnya nambah dech satu hari lagi.

2.  Dan, hikmahnya...Kita jadi punya waktu juga datang ke RRI Pro 2 Jogja. Salam dari kami RRI Pro 2 Bukittinggi.



3. Mall Malioboro dan Jl. Malioboro



4. Akhirnya kesampaian juga.., malam selepas Isya kita ke MASANGIN (Masuk diantara dua beringin) di alun-alun Selatan Keraton.

Penyewaan penutup mata Rp 5.000,-

Dulunya alun2 ini tempat berlatih ketangkasan para prajurit, namun sekarang sudah dibuka untuk umum.
Konon zaman dulu Raja mempunyai putri yang cantik jelita, jadi bagi siapa yang berhati bersih akan diuji untuk berjalan melewati kedua beringin tersebut, yang bisa melewatinya akan diangkat menjadi menantu raja.
Namun, sekarang hal itu menjadi sebuah permainan yang sering dilakukan oleh wisatawan yang datang kesana. Katanya kalau kita berjalan sambil tutup mata dan berhasil berjalan di antara dua pohon beringin itu, maka harapannya akan terkabul. Syukur aku bisa masuk diantara keduanya, tapi ada juga yang bilang, badan kita harus diputar dulu beberapa kali, baru disuruh jalan...
Ya..gmn dong, kalau aku tadi langsung jalan aja soalnya...nggak tahu sich..Tapi memang permainan ini bikin penasaran.

Nah di sekeliling bagian luar alun2 banyak terlihat orang menyewakan sepeda berupa mobil hias yang full lampu berwarna dan full musik, seru dech..

5. Mencicipi makanan dan minuman di Roti van Java , dan pulang melewati Kampung Turis dimana banyak turist, Hotel2  dan European Cafe..


Esoknya kita balik ke Padang, dan transit di Hang Nadim Airport, Batam. Sampai ke Bukittinggi sudah malam. Dan tentu saja besoknya sudah mulai mengajar lagi di Akademi Pariwisata.

OK...selesai sudah perjalanan MENAPAKI SEJARAH di KOTA BERBUDAYA dalam EDISI JOGJA ISTIMEWA, banyak pelajaran yang dapat diambil disana.

Di Yogja semua unsur Sapta Pesona sudah tercermin dalam peran aktif pemerintah dan masyarakatnya, sehinggga layak menjadi Kota Wisata Terakreditasi bukan asal kota Wisata saja. Kita semestinya patut bercermin, Yogyakarta memang Istimewa. Bukti nyata, Budaya yang masih tetap dihidupkan di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Kota yang Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan meninggalkan Kenangan yang tak terlupakan. Meski Yogya sekarang menjadi panas karena perubahan musim, namun ketenangan dan kepatuhan masyarakatnya yang menghormati budaya leluhur, sudah bisa menginspirasi saya.

Selamat tinggal Yogyakarta, sampai jumpa lagi... dalam episode berikutnya..