Assalaamu'alaikum Sahabat LIC, yuk ikuti perjalanan kami di Tanah Makkah dan Madinah, ya..semoga kita bisa kembali menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci..Amin..
Friday, August 19, 2016
Minang Vlogger as Traveller
Sahabat LIC, yuk ikuti perjalanan kami berikut tipsnya ya di...VIDEO BLOG BERIKUT..
Description :
Karena Sulthan dan Rafqi sekolah di Pesantren, dan mereka cuma boleh tidur di rumah saat liburan semester saja, jadi kita mau menjalin keakraban, kekompakan dan mengambil pelajaran dengan jalan2 ke Malaysia. Alasannya karena passport mereka masih ada, jadi harus digunakan lagi, dan kenapa ke luar negri? karena dengan ongkos yang sama, dari Sumatra lebih dekat kesana daripada ke P.Jawa, sekalian memberi semangat kepada anak2 supaya lebih tanggap dengan perkembangan zaman dan siap dengan tantangan masa depan yang menanti mereka.
Main-mainlah ke
1. blognya kk di : http://lahevicenter.blogspot.co.id/
2. fb : https://www.facebook.com/linda.hevira/
fb : https://www.facebook.com/LaheviCenter/photos/?tab=album&album_id=249152998444556
3. ig : https://www.instagram.com/lindahevira/
LVLOG #35, MALAYSIA,
Part 2
Description ;
Well..sahabat LIC..di hari kedua ini kita mau jalan2 ke Batu Cave, tempat Budaya Hindu, Ada patung emas Hindu tertinggi di dunia, Murugan namanya.
Jangan lupa juga ditonton LVLOG #26, Kenapa Harus ke Luar Negri? dan
LVLOG #34. Malaysia, Part 1
Dan karena namanya jalan2, maka kita harus kuat/siap berjalan..
Dan..tipsnya :
1. Sepatu datar
2. Kacamata hitam, topi
3. Tandai dimana tadinya kita naik dan turun bus/taxi/monorail/komuter dll, kalau perlu difoto.
4. Hmm..walaupun bulan puasa, sepertinya di Kuala Lumpur kami lebih banyak ketemu sama turis mancanegara, jadi wajar aja mereka makan2 di depan kita nungguin keretanya datang.
5. Jarang ketemu sama Mesjid, mungkin karena kota besar kali ya, dan ibukota negara, jadi sangat heterogen sekali, orang Malaysia justru jarang kelihatan..di jalanan ketemu sama orang bule, orang India dan China melulu, apa karena kita nginap di Bukit Bintang ya?
6. Transportasi di Malaysia nggak mahal, Walaupun transportasi umum, tapi bersih, rapi dan sudah tertentu jadwalnya. Jarang kelihatan yang pakai motor, sama spt di Singapura dan Timur Tengah..Transportasi ini bahkan ada yang gratis..cuma kalau pakai taxi emang mahal sich..
7. Jadi di kawasan.Jalan Alor, ada kuliner malam..banyak masakan Cina..jadi harus cari dan tanya2 yang halalnya..
8. Cuacanya hampir sama dengan kita..
9. Yang beda mungkin kesadaran masyarakatnya sudah tinggi, kebersihan dan.ketertiban sudah menjadi kebiasaan mereka.
10. Mgk hanya itu..utk saat ini..ntar kita sambung lagi ya? Silakan koment di bawahnya..Sampai Jumpa..
Main-mainlah ke
1. blognya kk di : http://lahevicenter.blogspot.co.id/
2. fb : https://www.facebook.com/linda.hevira/
fb : https://www.facebook.com/LaheviCenter/photos/?tab=album&album_id=249152998444556
3. ig : https://www.instagram.com/lindahevira/
Tuesday, November 24, 2015
ANOTHER POST on TRAVEL BLOG
ANOTHER POST on TRAVEL BLOG
MENAPAKI SEJARAH di KOTA BERBUDAYA dalam EDISI JOGJA ISTIMEWA..
Kali ini aku mau share tentang pengalamanku di Jogja, semoga menjadi inspirasi buat liburan kamu nantinya ya?
Sebelumnya harus beli tiket jauh2 hari/bulan dulu, biar dapat tiket lebih murah/promo.
Berangkat dari Bukittinggi - Padang dengan bus.
Padang - Jakarta, delay 2 jam, karena gangguan cuaca
Jakarta - Jogja, delay 1 jam
Jogja - lokasi .
Baru nyampe..jam 9.30 malam, pake motor dan cari makan malam di RM. Duta Minang, gulai kuning sotong..hmm..nyammy..
Pulang sambil mengitari kota Jogja di waktu malam.
Disana sini nampak wisatawan berfoto di Jl. Malioboro dan banyak lagi lainnya, aku juga ikutan..he..he..dan kitapun mengitari Yogya di malam hari.
Aku ke Jogja dalam rangka MC Seserahan, Pernikahan dan Resepsi dan nginap di rumah saudara yang baik banget...sebelumnya trims banget buat keluarga di Yogyakarta. Dan karena uda sempat 7 tahun di yogya waktu kuliah S1 sambil kerja dulu, ya kita punya 5 hari setelah itu untuk puas-puasin di Yogya.
Hari 1
1. Pagi2 ke kampus UGM, dan mesti mampir juga ke Fak MIPA dan Labor Kimia nya..he..he..
2. Makan Siang ditemani oleh Nasi + Soto Kudus.
Hari 2
1. Pagi sampai siang.Menjadi MC Acara Seserahan, Pernikahan dan Resepsi di Gedung Joglo Panembahan Yogyakarta.
Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses serta banyak pujian..hmm..makasih.ya..? yang terpenting Selamat kepada kedua pengantin dan kedua belah pihak keluarga yang berbahagia.

2. Malam, selepas Isya.
Ke Tugu Jogja yang merupakan Lambang Kota Jogja dibangun oleh Sulthan Hamengkubuwono I, dekat dengan Jalan Malioboro dan Tugu Golong Gilig serta kantor Gubernur DIY.
Hari 3
Waktunya berwisata (lebih banyak jalan kakinya) :Start jam 8 pagi dari rumah, karena nanti kalau sudah kesiangan akan kepanasan di Borobudur, dan itupun ternyata berangkatnya kurang pagi, mestinya jam setengah 7.
1. Candi Mendut
Sebelum menuju arah Candi Borobudur kita singgah dulu di candi Mendut yang merupakan candi Budha yang nantimya merupakan satu garis lurus dengan Candi Borobudur namun tidak terletak di tempat yang sama, masih melanjutkan perjalanan beberapa km lagi.
2. Kawasan Candi Borobudur (Candi Budha)
Tiket masuk : Rp. 30.000,- per orang
Parkir : Rp. 10.000,- per mobil
Tips berwisata di Borobudur :
1. Siapkan fisik, sarapan dulu.
2. Harus siap jalan kaki dan berpanas-panasan.
3. Memakai topi, kacamata, payung dan alas kaki yang datar.
4. Jangan terlalu semangat menaiki tangga, sebaiknya setiap tingkat istirahat dulu sambil mengitari candi.
Setelah masuk, akan bertemu dengan para pemandu wisata (guide).
Kemudian naik kereta sampai ke atas menuju candi, dimana sepanjang jalan di sekeliling kita dimanjakan oleh taman yang rindang. Kami satu kereta dengan rombongan wisatawan dari Malaysia..
Areal yang luas, tempat perjalanan menuju candi dimulai. Bertemu dengan salah satu pemandu wisata dan berfoto di samping prosedur mengunjungi Candi Borobudur.
wah..panasnya..tapi seru..meski kepala nyut-nyutan tapi foto action nya nggak pernah ketinggalan..ha..ha..
Tuh lihat kan pemandangan ke bawah dari atas Candi. Dan..sampai juga kembali ke bawah.
Dan ini mesti ditempuh dengan 3 kali masuk lorong pasar yang sudah ditata dengan rapi. jadi tidak akan ada yang jualan didalam areal Candi yang bebas dari sampah ini.
Luar biasa..kebayang aja kalau kita di Sumatera Barat, kalau sudah nampak tempat dikit langsung gelar dagangan..atau jual makanan /minuman, disini mana bisa, pasti ada petugas yang tegas dan siap mem priitt..maaf nggak bisa lewat sini pak, nggak boleh jualan disini pak dll. Bukti pemerintah dan masyarakatnya patuh pada nilai budaya dan paham dengan slogan Kota Wisata. Lihat aja tuch pengumumannya di papan dekat parkiran.
OK..kalau mau beli oleh-oleh, mesti nawar dulu, karena dari tempat kita parkir, biasanya sudah diserbu oleh penjual yang nawarin macam2, nanti aja belinya dech..kecuali kalau sudah balik dari Candi masih ada yang kelupaan, baru dech beli lagi.Soalnya sepenjang perjalanan ke luar tadi, akan ada pasar-pasar yang biasanya semakin ke bawah mereka nawarinnya lebih murah.
3. Makan Siang..Nasi + Soto Banjar, maunya panas2 gini, lebih enaknya makan soto dech.
4. Berhenti shalat di Taman Pelangi Monjali (Monumen Jogja Kembali) di siang hari, malam harinya lebih indah lagi dengan lampion yang menghiasi.
Di seberang depan Monumen Jogja Kembali yang berbentuk kerucut tertulis nama2 Pahlawan tak dikenal yang di bagian tengahnya ada sepenggal puisi Krawang - Bekasi tak boleh luput dariku, puisi yang sangat menyentuh yang sering aku baca untuk memotivasi pemuda.
5. Lanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan (Candi Hindu) sering juga disebut Candi Roro Jonggrang yang terkenal dengan cerita seorang Gadis cantik yang jangkung yang kemudian dikutuk menjadi patung. Candi ini dibuat untuk menandingi kebesaran Candi Borobudur (Candi Budha)
Tiket masuk : Rp 30.000,-/orang
Parkir mobil : Rp 10.000,-

Hari ke 4
Setelah tempat pemandian Raja, putra dan putri Raja serta selir raja ini, kita Memasuki lorong bawah tanah tempat menyimpan senjata dan harta perang.
Ada juga tempat shalatnya Raja dan tempat berdiam diri Raja dengan Tuhan-Nya di tengah-tengah ruang yang tidak beratap.
2. Keraton Yogya, Istana Raja/Sultan.
Tiket masuk : Rp. 10.000,-,
Parkir tidak bayar, hanya saja jika bawa motor, harus didorong memasuki batas, tidak boleh menghidupkan mesin.
Taman yang asri dan luas serta dan lapangan berpasir putih menjadi alas suatu pendopo dengan lainnya.
3. Makan siang di RM. Pusako Minang dilanjutkan dengan membeli oleh2 Bakpia dan makanan lainmya.
Hari ke 5
2. Dan, hikmahnya...Kita jadi punya waktu juga datang ke RRI Pro 2 Jogja. Salam dari kami RRI Pro 2 Bukittinggi.
4. Akhirnya kesampaian juga.., malam selepas Isya kita ke MASANGIN (Masuk diantara dua beringin) di alun-alun Selatan Keraton.
Penyewaan penutup mata Rp 5.000,-
Dulunya alun2 ini tempat berlatih ketangkasan para prajurit, namun sekarang sudah dibuka untuk umum.
Konon zaman dulu Raja mempunyai putri yang cantik jelita, jadi bagi siapa yang berhati bersih akan diuji untuk berjalan melewati kedua beringin tersebut, yang bisa melewatinya akan diangkat menjadi menantu raja.
Namun, sekarang hal itu menjadi sebuah permainan yang sering dilakukan oleh wisatawan yang datang kesana. Katanya kalau kita berjalan sambil tutup mata dan berhasil berjalan di antara dua pohon beringin itu, maka harapannya akan terkabul. Syukur aku bisa masuk diantara keduanya, tapi ada juga yang bilang, badan kita harus diputar dulu beberapa kali, baru disuruh jalan...
Ya..gmn dong, kalau aku tadi langsung jalan aja soalnya...nggak tahu sich..Tapi memang permainan ini bikin penasaran.
Nah di sekeliling bagian luar alun2 banyak terlihat orang menyewakan sepeda berupa mobil hias yang full lampu berwarna dan full musik, seru dech..
5. Mencicipi makanan dan minuman di Roti van Java , dan pulang melewati Kampung Turis dimana banyak turist, Hotel2 dan European Cafe..
Esoknya kita balik ke Padang, dan transit di Hang Nadim Airport, Batam. Sampai ke Bukittinggi sudah malam. Dan tentu saja besoknya sudah mulai mengajar lagi di Akademi Pariwisata.
OK...selesai sudah perjalanan MENAPAKI SEJARAH di KOTA BERBUDAYA dalam EDISI JOGJA ISTIMEWA, banyak pelajaran yang dapat diambil disana.
Di Yogja semua unsur Sapta Pesona sudah tercermin dalam peran aktif pemerintah dan masyarakatnya, sehinggga layak menjadi Kota Wisata Terakreditasi bukan asal kota Wisata saja. Kita semestinya patut bercermin, Yogyakarta memang Istimewa. Bukti nyata, Budaya yang masih tetap dihidupkan di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Kota yang Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan meninggalkan Kenangan yang tak terlupakan. Meski Yogya sekarang menjadi panas karena perubahan musim, namun ketenangan dan kepatuhan masyarakatnya yang menghormati budaya leluhur, sudah bisa menginspirasi saya.
Selamat tinggal Yogyakarta, sampai jumpa lagi... dalam episode berikutnya..


















